Author Archive

Nama : Fajar Satriatama.

NIM: G54100099.

Laskar : 8.

Orang yang paling menginspirasi hidup saya adalah bapak saya sendiri. Bapak saya lahir di keluarga yang serba kecukupan. Dan lahir di lingkungan yang jauh dari kota, dan listrik pun belum masuk ke desa. Sejak kecil, Bapak saya sudah pisah dengan orangtuanya (kakek& nenek saya). Beliau tinggal bersama kakek dan neneknya (buyut saya). Sejak kecil Bapak saya sudah bisa hidup mandiri. Beliau sudah biasa mengurus hidupnya sendiri, tanpa bimbingan dan bantuan dari orang tuanya. Saat masih sekolah pun dari SD, SMP, STM, sampai kuliah sampai mendapatkan gelar sarjana muda. Bapak saya mengurus semuanya sendiri tanpa campur tangan keluarganya. Saat masih SD, untuk sekolah pun bapak saya sudah harus menempuh jarak kurang lebih 2 km, dan itu ditembuh dengan berjalan kaki. Walaupun waktu itu bapak saya masih kecil, tetapi semangat juangnya untuk sekolah amat tinggi. Walaupun umurnya tergolong masih amat kecil, untuk menempuh jarak yang jauh itu dengan berjalan kaki, tetapi bapak saya tidak pernah menyerah ataupun mengeluh terhadap orantuanya.

Bahkan untuk uang jajan saja,Bapak saya tidak pernah memeinta ke orang tuanya. Beliau hanya meminta biaya sekolah saja kepada orang tuanya. Dan untuk mendapatkan uang jajan, beliau menjual buah-buahan dari kebun ke pasar. Atau terkadang menjual merpati.

Dan jiwa yang pantang menyerah itu pun, beliau pakai sampai saat bekerja. Suatu saat ternyata perusahaan tempat ayah saya bekerja itu bangkrut. Dan dengan terpaksa bapak saya di PHK. Namun karena sikap pantang menyerah yang dimilikinya, beliau tetap berusaha mencari pekerjaan lain yaitu sebagai mandor kuli sebuah proyek sekaligus perancang atau arsitek bangunan rumah atau gedung. Walaupun hasilnya cukup memuaskan dan dapat membiayai keluarga, tapi proyek itu tak selamanya ada, terkadang harus menganggur beberapa minggu, atau mencari berhari-hari untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, sikap semangatnya itulah yang membuat perjuangannya tak pernah berhenti. Sikap semangat itulah yang menginspirasi saya untuk terus berjuang agar dapat membanggakan orang tua saya.

Nama : Fajar Satriatama.

NIM : G54100099.

Laskar : 8.

Cerita ini berawal pada saat saya sedang mengikuti bimbel. Pada saat itu sedang pelajaran bahasa Indonesia. Memang pada saat itu suasana di ruangan kelas, sedang tidak bagus, mayoritas murid-murid sudah mengantuk. Kebetulan sang pengajar mengetahui itu. Maka sementara pelajaran dialihkan dari membahas soal ke sebuah game. Dari game itu saya diajarkan tentang sugestifitas. Karena kebetulan sang pengajar mempunyai keahlian khusus, yaitu bisa menghipnotis orang lain.

Dari sana saya dicoba untuk di ajarkan menghipnotis. Awalnya saya mau tapi takut gagal. Lalu saya bilang ke guru saya, kalu saya tidak akan bisa dan pasti gagal menghipnotis orang lain. Dan ternyata setelah dicoba memang saya gagal. Lalu pengajar saya berkata: “kamu gagal karena kamu telah bersugestif kamu akan gagal, maka bila kamu telah bicara akan gagal maka kamu akan gagal”. Coba sugestifkan dalam diri kamu bahwa kamu pasti bisa menghipnotis orang lain. Lalu saya coba sugestifkan, dan saya kembali mencoba menghipnotis lagi, dan ternyata berhasil.

Dari situ saya mendapat pelajaran, bahwa jangan menyerah sebelum bertanding. Bila kita ingin berhasil maka kita harus berfikir kita akan berhasil, bila kita telah berpikiran kita akan gagal, maka selamanya kita akan gagal.

Search
Archives